Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Berbeda dengan Vaksinasi Mandiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan


By admin
Mar 16,2021 17:50:09

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi gotong royong berbeda dengan vaksinasi mandiri.

"Kami sampaikan sekali lagi bahwa vaksinasi gotong royong ini berbeda dan tidak sama dengan vaksin Mandiri," kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (16/3/2021).

Nadia menyampaikan, vaksinasi gotong royong merupakan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh badan hukum atau badan usaha yang diberikan kepada karyawan, karyawati, dan keluarganya. "Jadi tidak boleh pembiayaan vaksinasi itu dibebankan kepada karyawan atau karyawati tadi ya," ujar dia.

Nadia mengatakan, setiap badan usaha atau badan hukum yang melaksanakan vaksinasi gotong royong harus melaporkan data penerima vaksin Covid-19 kepada Kemenkes.

Selain itu, jenis vaksin yang digunakan harus berbeda dengan jenis vaksin untuk vaksinasi program pemerintah.

"Kemudian, pelayanan vaksinasi gotong royong ini harus dilakukan di fasyankes milik swasta yang memenuhi persyaratan.

Jadi tidak boleh dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan dimana vaksinasi program pemerintah itu berjalan," ucap dia.

Sementara itu, kata Nadia, vaksinasi mandiri yakni vaksinasi Covid-19 yang memungkinkan masyarakat membeli langsung vaksin di pasaran.

Sampai saat ini, menurut dia, tidak ada vaksinasi mandiri. Nadia juga mengatakan, pelaksanaan vaksinasi gotong royong bergantung pada ketersediaan vaksin Covid-19.

"Tentunya vaksinasi gotong royong ini akan dimulai pada saat tersedianya vaksin ya.

Jadi pengadaan vaksin gotong royong ini akan menjadi ranah daripada Kementerian BUMN dan Biofarma," ucap Nadia.